Showing posts with label Archelogical Adventure. Show all posts
Showing posts with label Archelogical Adventure. Show all posts

Wednesday, August 26, 2009

Adventure Package

Wisata kepetualangan adalah kegiatan wisata yang melibatkan eksplorasi atau perjalanan ke tempat terpencil, eksotik dan memungkinkan untuk menginap. pelaku kegiatan mengharapkan sesuatu yang tidak umum. Kegiatan fisik, interkasi dan mendekatkan diri dengan alam merupakan motivasi utama dalam kegiatan ini. Kegiatan menantang yang dilengkapi dengan standar keselamatan. Pada setiap program telah di desain berdasarkan lamanya waktu kegiatan dan tingkat kesulitan tertentu. Adventure Package untuk saat ini dikembangakan menjadi lima kelompok besar sesuai dengan lokasi kegiatannya.

No Tema Kegiatan Durasi Kegiatan
1 Ultra Light Adventures Kurang dari 12 Jam
2 Light Adventures 1 – 2 Hari
3 Going to Outdoor 3 Hari 2 Malam
4 In to The Wild 6 – 10 Hari
5 Multi Expedition 6 – 10 Hari

Going to Outdoor
Pelaku kegiatan akan diajak untuk berkenalan dengan lingkungan yang mungkin baru baginya. Pelaku kegiatan akan dibekali dengan penjelasan mengenai informasi, ilmu, kemampuan, dan keterampilan hidup di alam bebas sebelum akhirnya berpindah ke lokasi outdoor. Lokasi outdoor yang dimaksud disini adalah kawasan dataran tinggi dan atau pegunungan, kawasan karst dengan sistem perguaan dan kawasan perairan bisa berupa air tawar dan atau air laut. Setiap Kegiatan ini memakan waktu 3 hari 2 malam
a. Discover mountain.
Melakukan penelusuran daerah dataran tinggi dan atau pegunungan
b. Discover cave.
Melakukan penelusuran daerah dataran kawasan karst dengan sistem perguaan
c. Discover water.
Melakukan penelusuran daerah kawasan perairan bisa berupa air tawar dan atau air laut

Into the wild
Pelaku kegiatan akan melakukan pengembaraan selama 6 – 10 hari di alam bebas, diharapkan telah mengikuti program going to outdoor sehingga dasar dari keilmuan dan keterampilan hidup di alam bebas telah dimilikinya
a. Mountain expedition.
Melakukan penelusuran daerah dataran tinggi dan atau pegunungan
b. Cave Expedition.
Melakukan penelusuran daerah dataran kawasan karst dengan sistem perguaan
c. Water Expedition.
Melakukan penelusuran daerah kawasan perairan bisa berupa air tawar dan atau air laut.

Multi expedition
Pelaku kegiatan akan melakukan pengembaraan selama 6 – 10 hari di alam bebas, diharapkan telah mengikuti program going to outdoor sehingga dasar dari keilmuan dan keterampilan hidup di alam bebas telah dimilikinya

Adventure Package Mountain
1. Going To top
Going to top adalah aktifitas manusia pada daerah daerah tertentu, dengan tujuan puncak gunung.
2. Trekking
Trekking adalah aktifitas manusia pada daerah daerah tertentu, biasanya pada daerah dengan ketinggian tertentu yang memiliki kondisi topografi yang tidak selamanya datar dan menggunakan kaki sebagai alat Bantu utamanya.

Adventure Package Cave


Adventure Package Water
White water rafting
Sailing

Expedition
1. White water rafting

Multiactivity
Multiactivity adalah gabungan kegiatan alam bebas yang terintegrasi dalam satu program wisata

Survival
Pelaku kegiatan akan diajak untuk berkenalan dengan lingkungan yang mungkin baru baginya. Pelaku kegiatan akan dibekali dengan penjelasan mengenai informasi, ilmu, kemampuan, dan keterampilan bagaimana hidup di alam bebas.

Dengan harapan siswa dapat mandiri dan tangguh dilingkungannya. Lokasi kegiatan dapat dilakukan di hutan, pegunungan, perut bumi ( goa ) ataupun pesisir/pulau.

Waktu kegiatan di alam bebas ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan siswa ataupun sekolah. Beberapa program yang dapat disampaikan dalam kegiatan survival :
• Bagaimana dapat bertahan hidup dialam bebas.
• Navigasi
• Orienteering
• Mengenal alam
• Dan penelitian pada hal-hal tertentu


Saturday, October 18, 2008

Amazing Temple



Sekilas Candi Prambanan


Prambanan adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia, dan terletak di pulau Jawa, kurang lebih 20 km timur Yogyakarta, 40 km barat Surakarta dan 120 km selatan Semarang, persis di perbatasan antara provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Candi Prambanan terletak di desa Prambanan yang wilayahnya dibagi antara kabupaten Sleman dan Klaten.

Candi ini dibangun pada sekitar tahun 850 Masehi oleh salah seorang dari kedua orang ini, yakni: Rakai Pikatan, raja kedua wangsa Mataram I atau Balitung Maha Sambu, semasa wangsa Sanjaya. Tidak lama setelah dibangun, candi ini ditinggalkan dan mulai rusak. Renovasi candi ini dimulai pada tahun 1918, dan sampai sekarang belum selesai. Bangunan utama baru diselesaikan pada tahun 1953. Banyak bagian candi yang direnovasi, menggunakan batu baru, karena batu-batu asli banyak yang dicuri atau dipakai ulang di tempat lain. Sebuah candi hanya akan direnovasi apabila minimal 75% batu asli masih ada. Oleh karena itu, banyak candi-candi kecil yang tak dibangun ulang dan hanya tampak fondasinya saja. Sekarang, candi ini adalah sebuah situs warisan dunia yang dilindungi oleh UNESCO mulai tahun 1991. Antara lain hal ini berarti bahwa kompleks ini terlindung dan memiliki status istimewa, misalkan juga dalam situasi peperangan. Candi Prambanan adalah candi Hindu terbesar di Asia Tenggara, tinggi bangunan utama adalah 47m. Kompleks candi ini terdiri dari 8 kuil atau candi utama dan lebih daripada 250 candi kecil. Tiga candi utama disebut Trisakti dan dipersembahkan kepada sang hyang Trimurti: Batara Siwa sang Penghancur, Batara Wisnu sang Pemelihara dan Batara Brahma sang Pencipta.

Candi Siwa di tengah-tengah, memuat empat ruangan, satu ruangan di setiap arah mata angin. Sementara yang pertama memuat sebuah arca Batara Siwa setinggi tiga meter, tiga lainnya mengandung arca-arca yang ukuran lebih kecil, yaitu arca Durga, sakti atau istri Batara Siwa, Agastya, gurunya, dan Ganesa, putranya. Arca Durga juga disebut sebagai Rara atau Lara/Loro Jongrang (dara langsing) oleh penduduk setempat. Untuk lengkapnya bisa melihat di artikel Loro Jonggrang. Dua candi lainnya dipersembahkan kepada Batara Wisnu, yang menghadap ke arah utara dan satunya dipersembahkan kepada Batara Brahma, yang menghadap ke arah selatan. Selain itu ada beberapa candi kecil lainnya yang dipersembahkan kepada sang lembu Nandini, wahana Batara Siwa, sang Angsa, wahana Batara Brahma, dan sang Garuda, wahana Batara Wisnu. Lalu relief di sekeliling dua puluh tepi candi menggambarkan wiracarita Ramayana. Versi yang digambarkan di sini berbeda dengan Kakawin Ramayana Jawa Kuna, tetapi mirip dengan cerita Ramayana yang diturunkan melalui tradisi oral.

di sunting dari buku dasar teori Archeological Adventure edisi ke 2